Jika Anda mencari destinasi wisata yang memadukan keindahan arsitektur, nilai sejarah, mitos cinta, dan suasana magis, maka Candi Prambanan adalah jawabannya. Terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, candi ini bukan hanya mahakarya Hindu terbesar di Indonesia, tetapi juga salah satu situs warisan dunia UNESCO yang memikat jutaan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Warisan Sejarah dari Abad ke-9
Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9 M oleh Rakai Pikatan, seorang raja dari Kerajaan Mataram Kuno, sebagai bentuk penghormatan kepada Trimurti, yaitu tiga dewa utama dalam kepercayaan Hindu:
- Brahma, sang pencipta
- Vishnu, sang pemelihara
- Shiva, sang perusak dan penyeimbang
Kompleks candi ini awalnya memiliki 240 bangunan, meski kini yang tersisa hanya sebagian yang berhasil direstorasi.
Arsitektur yang Menakjubkan
Hal yang paling memukau dari Prambanan adalah struktur bangunannya yang menjulang tinggi. Candi utama, yaitu Candi Shiva, mencapai ketinggian sekitar 47 meter, menjadikannya simbol kemegahan spiritual.
Setiap sisi candi dipenuhi relief-relief indah yang mengisahkan epos Ramayana, menggambarkan perjuangan Rama menyelamatkan Sinta dari Rahwana. Relief ini diukir dengan presisi tinggi, mencerminkan kemajuan seni pahat dan arsitektur Nusantara zaman dulu.
Legenda Roro Jonggrang: Antara Cinta dan Kutukan
Daya tarik Prambanan bukan hanya pada fisiknya, tapi juga pada cerita rakyatnya yang melegenda. Menurut kisah setempat, Roro Jonggrang, seorang putri cantik, menolak lamaran Bandung Bondowoso. Untuk menolak secara halus, ia meminta syarat: membuat 1.000 candi dalam semalam. Bandung Bondowoso hampir berhasil dengan bantuan jin, tapi Roro Jonggrang menggagalkannya dengan tipu muslihat.
Karena murka, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung batu ke-1000, yang kini dipercaya sebagai arca Dewi Durga di Candi Shiva. Mitos ini membuat Prambanan semakin menarik bagi para wisatawan dan pasangan muda yang penasaran dengan kisah cinta tragisnya.
Aktivitas Seru di Prambanan
Mengunjungi Candi Prambanan bukan sekadar melihat bangunan kuno. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, seperti:
- Tur sejarah dan budaya dengan pemandu lokal
- Menonton Sendratari Ramayana di panggung terbuka (terutama saat malam bulan purnama)
- Berburu foto Instagramable dengan latar candi megah dan langit senja
- Mengelilingi kompleks naik sepeda atau andong
- Wisata edukasi di Museum Prambanan yang menampilkan artefak dan sejarah kawasan
Fasilitas dan Akses
- Lokasi: Jalan Raya Solo – Yogyakarta KM 16, Klaten, Jawa Tengah
- Jam Operasional: Setiap hari, pukul 06.30 – 17.00 WIB
- Tiket Masuk: Mulai dari Rp50.000 (wisatawan domestik), Rp375.000 (paket Candi + Ramayana Ballet untuk turis asing)
Transportasi ke Prambanan sangat mudah, bisa menggunakan TransJogja, kendaraan pribadi, atau paket tour harian dari Yogyakarta.
Tips Berkunjung
- Datanglah pagi hari untuk menghindari panas dan keramaian
- Kenakan pakaian sopan dan nyaman untuk berjalan kaki
- Jangan lupa bawa kamera atau drone (izin diperlukan) untuk mengabadikan momen
- Hormati aturan dan jangan menyentuh relief atau struktur candi secara sembarangan
Candi Prambanan bukan hanya tempat wisata, melainkan juga perjalanan spiritual, petualangan sejarah, dan pengalaman budaya yang luar biasa. Di antara bayang-bayang mitos dan kemegahan arsitektur, Anda akan menemukan rasa kagum yang mendalam terhadap warisan nenek moyang bangsa Indonesia.